Investigasi KONTRAS : Kebumen Berdarah

*Temuan dan Rekomendasi Penyelesaian Kasus Kekerasan TNI di Kebumen*

Paska terjadi kekerasan di Kebumen pada 16 April 2011, KontraS melakukan
pencarian fakta atas peristiwa kekerasan yang terjadi di Kebumen. Pencarian
fakta tersebut dilakukan khusus di desa Setrojenar, kecamatan Buluspesantren
dimana peristiwa kekerasan terjadi. Tim pencari fakta ini menemukan sejumlah
saksi (11 orang) yang melihat langsung dan menjadi korban dari tindak
kekerasan pada saat, sebelum dan sesudah peristiwa terjadi. Pencarian fakta
difokuskan pada rangkaian tindakan kekerasan yang terjadi. Pencarian fakta
ini menggunakan kerangka kerja hukum HAM sebagaimana yang diberlakukan dalam
hukum positif di Indonesia, seperti UU nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi
Manusia dan Undang-undang nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, UU
nomor 5 tahun 1998 tentang Ratifikasi Konvensi anti penyiksaan,
Undang-undang Nomor 11 tahun 2006 tentang ratifikasi Konvensi Hak Sipil dan
Politik. Lebih jauh tim pencari fakta juga memperhatikan aturan-aturan
terkait dengan hukum militer dan tanggung jawab polisi sebagaimana yang
diatur dalam KHUPM, UU nomor 31 tahun 1997 dan UU nomor 2 tahun 2002 tentang
Polri.

Dari usaha pencarian fakta ini ditemukan sejumlah hal, sebagaimana ah hal, sebagaimana dibawah
ini;

1. Telah terjadi serang (kekerasan dan *stereotype*) terhadap warga
sipil yang disengaja dilakukan oleh anggota TNI, Sabtu, 16 April 2011,
Sekitar 14.30 – 15.00 WIB, sejumlah anggota TNI AD keluar dari Dislitbang AD
II lengkap dengan senjata api laras panjang, stik/ tongkat bergerak
mendekati kerumunan warga di perempatan Jl. Diponegoro. Jarak *+* 20 meter
dari warga, anggota TNI AD tersebut mulai melepas tembakan ke arah warga,
menyerang, menangkap, menyiksa dan menembaki sejumlah warga. Tindakan ini
dilakukan sebagai respon atas aksi warga yang melakukan blokade. Sekitar
15.00 – 17.00 WIB, anggota TNI AD terus mengejar warga desa hingga ke
sekitar menara pantau (arah Selatan) dan juga masuk ke Desa Setrojenar. Di
desa Setrojenar, anggota TNI AD melakukan penyisiran terhadap beberapa warga
desa. Sementara itu, blokade warga kembali dirusak. Sekitar 17.00 WIB, di
salah satu rumah warga desa Setrojenar, anggota TNI AD mendobrak pintu depan
rumah dan pintu kamar bahkan memberondong tembakan di dalam kamar tersebut.
Sekitar pukul 22.00 WIB, sejumlah anggota TNI AD kembali rumah tersebut
hanya untuk membersihkan selongsong peluru. Dalam rangkaian tindakan
kekerasan tersebut sempat terjadi ancaman kekerasan secara verbal.
Ucapan, *“Mati
Kau!..Mati Kau!”; “Biarin..Biarin Mati, Dasar Kamu PKI” *kerap disampaikan
oleh anggota TNI selama peristiwa tersebut terjadi.

2. Terjadi tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh anggota TNI
didalam penyerangan terhadap sejumlah warga sipil (13 warga mengalami
luka-luka berat dan dirawat di RSUD Kebumen, 6 diantaranya mengalami luka
tembak sementara lainnya mengalami luka lebam di wajah dan beberapa bagian
tubuh lainnya akibat tendangan, injakan, dan pemukulan dengan tongkat dan
popor senjata bahkan salah seorang korban mengalami retak tulang kaki kiri).

3. Terjadi tindak kekerasan berupa pemukulan dengan tongkat, tendangan,
diinjak terhadap sejumlah individu yang melakukan pendokumentasian terhadap
rangkaian peristiwa kekerasan.

4. Telah terjadi pengerusakan rumah wisata/ dagang warga di sekitar
pantai urut sewu dan salah satu rumah akibat penyisiran anggota TNI AD.

5. Telah terjadi penangkapan sewenang-wenang (tanpa bukti dan tidak
tertangkap tangan melakukan kejahatan dan pelanggaran) terhadap sejumlah
orang yang dilakukan oleh anggota TNI.

6. Sejumlah anggota TNI melakukan patroli diwilayah warga masyarakat
dengan cara menyisir sekitar desa Setrojenar pada dini hari (03.00 – 04.00
WIB) paska peristiwa terjadi dalam kurun 2-3 hari.

7. Terjadi pembiaran penyerangan TNI terhadap warga masyarakat oleh
anggota Kepolisian (Marti dan Bambang, keduanya adalah intel Polres Kebumen)

8. Kondisi masyarakat masih banyak yang mengalami ketakutan dan trauma
atas peristiwa kekerasan.

9. Banyak warga masyarakat terutama yang laki-laki menjadi target teror
(terutama warga yang aktif di FPPKS dan tokoh masyarakat desa Setrojenar)
dan potensial dikriminalkan.

10. Ditemukan puluru tajam dengan type kaliber 7,62 dan 7,60 mm (untuk
senjata laras panjang) serta 9 mm (untuk senjata laras pendek/ pistol)
disekitar lokasi peristiwa (perempatan Jl. Diponegoro). Selain itu juga
ditemukan selongsong peluru karet di dalam rumah salah satu warga desa
Setrojenar (rumah tersebut diberondong tembakan saat penyisiran di sore hari
setelah peristiwa). –foto terlampir.

*Perkembangan terbaru di Lapangan*;

1. Warga yang ditetapkan sebagai tersangka ada 7 orang, dengan rincian 6
diantaranya ditahan dan 1 orang masih diluar tahanan
2. Warga yang diperiksa sebagai saksi ada 4 orang
3. Tanggal 17 Mei 2011 akan dilakukan latihan perang lagi oleh TNI di
lokasi yang sama
4. Berkas sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kebumen, namun
dikembalikan lagi karena ada beberapa pembuktian yang harus dilengkapi oleh
pihak kepolisian
5. Laporan masyarakat ke Polres Kebumen tentang perusakan 12 Motor yang
dilakukan oleh TNI sudah dilimpahkan ke SUBDENPOM Purworejo namun hingga
saat ini belum ditindaklanjuti
6. Hingga saat ini, belum ada perkembangan pemeriksaan yang dilakukan
oleh POM, disatu sisi masyarakat juga belum ada yang dipanggil ataupun
diperiksa oleh POM TNI
7. Untuk warga yang terkena tembak, sudah kembali kerumah masing – masing
sedangkan untuk pembiayaan ditanggung oleh Pemda bukan oleh TNI
8. Warga yang ada di pengungsian sudah pulang semua dan aktivitas parkir
yang menjadi mata pencaharian warga desa di pantai Bocor Setrojenar sudah
jalan, setelah seminggu sebelumnya masih ditutup oleh TNI

Berdasarkan peristiwa-peristiwa tersebut kami merekomendasikan;

Pertama, agar Komnas HAM *segera mengeluarkan laporan hasil pemantauan
dilapangan sebagai bentuk akuntabilitas lembaga *. Selain itu, Komnas HAM
juga harus melakukan pemantauan situasi paska kekerasan terhadap desa atau
tempat dimana kekerasan terjadi. Kedua, meminta pihak Kepolisian dalam hal
ini *Polsek Buluspesantres cq. Polres Kebumen cq. Polda Jawa
Tengah*memberikan perlindungan terhadap warga yang tinggal
*di desa Setrojenar pada khususnya dan wilayah kecamatan Buluspesantres pada
umumnya,* dimana anggota TNI potensial melakukan ‘operasi keliling kampung.
Ketiga, meminta Kompolnas, Inspektorat Jenderal Polri dan Propam Polri
melakukan tindakan-tindakan yang sesuai mandat masing-masing atas pembiaran
anggota Polri saat akan terjadi kekerasan dan pada saat terjadi kekerasan.
Keempat, meminta Panglima TNI cq. KSAD cq. Pangdam Diponegoro untuk
menghentikan kegiatan latihan atau uji alat militer didaerah yang
disengketakan sampai ada penunjukan mediasi kepemilikan dan akses tanah dari
pihak III yang resmi disepakati dan sesuai aturan hukum, seperti DPR,
Kementerian Pertahanan, BPN dan Komnas HAM. Kelima, meminta Komisi I DPR RI
mendorong efektivitas panitia kerja (PANJA) untuk penyelesaian sengketa
tanah yang melibatkan TNI, selanjutnya Komisi I dapat merumuskan
rekomendasi konkrit untuk kasus kebumen berdasarkan keterangan yang
berimbang. Termasuk menunda pengesahan RUU Pengadaaan Tanah sebelum
konflik-konflik tanah terselesaikan. Keenam, mendesak Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono selaku panglima tertinggi TNI untuk melakukan langkah
konkrit dan nyata khususnya terkait kekerasan berbasis agraria sebagai
bentuk komitmen terhadap Hak Asasi Manusia yang disampaikan baru – baru
ini. Langkah ini bisa dimulai dengan membuat tim penuntasan konflik tanah
antara warga dan TNI yang diketuai oleh Komnas HAM.

Demikian laporan temuan pencarian fakta ini kami sampaikan.

Jakarta, 15 Mei 2011

Hormat kami

Ekseksutif Nasional KontraS

*Haris Azhar*

Koordinator

Salam Damai dari Timur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: