Merayakan Natal di Gereja Bersegel

Tahun 2010 ditutup dengan kisah sedih bagi Jemaat Gereja Kristen Indonesia Yasmin, Bogor, Jawa Barat. Mereka terpaksa merayakan Natal di gereja yang bersegel. Pemkot Bogor menyegel tempat ibadah mereka dengan dalih takut diamuk sekelompok orang yang tak setuju dengan pembangunan GKI Yasmin. Jemaat nekat. Didampingi sejumlah ustadz dan kyai, ratusan jemaat membobol segel gereja, merayakan kebebasan beribadah. Reporter KBR68H Muhammad Irham ada di gereja itu bersama para jemaat.

Natal Disegel

Sepekan sebelum Natal, ratusan jemaat Gereja Kristen Indonesia Yasmin, Bogor, Jawa Barat, membobol gereja mereka. Di barisan terdepan ada Alexander Paulus.

“Gembok ini akan kita buka bersama-sama. Dan ini, tak hanya dibuka oleh GKI Taman Yasmin. Tapi dibuka oleh sejumlah komponen bangsa ini, yang dihadiri, ada Pak Bondan. Ada beberapa ustadz yang lain. Teman-teman dari PBHI, masih ada juga teman-teman lintas agama yang akan hadir. Maka pagi hari ini, kami akan melaksanakan ibadah kami di dalam. Karena pertolongan dari komponen-komponen yang ada. Untuk itu kami ucapkan ribuan terima kasih. Kiranya Tuhan membalas kebaikan dari bapak-bapak, dan ibu-ibu sekalian. Dan untuk itu selanjutnya, kami akan serahkan pada pihak yang akan melakukan pembukaan ini.”

Diiringi tepuk tangan, rantai yang melilit pagar gerbang gereja pun dibuka.

Di antara ratusan jemaat, Effendy berjalan masuk ke pekarangan gereja sambil memeluk anaknya erat. Ia khawatir kalau tiba-tiba sekelompok orang menyerang, mengingat segel gereja dibuka tanpa izin Pemkot Bogor. “Sampai semalam, kami belum mendengar kabar bisa dibuka atau nggak. Kami menghargai berbagai pihak banyak membantu untuk bisa beribadah hari ini,” kata Effendy.

Siang itu akan dilangsungkan perayaan Natal di Gereja Yasmin. Raven akan berperan sebagai Nabi Adam, dalam drama sejarah kelahiran Yesus Kristus. Ia mengaku kepanasan, tapi tak mengapa katanya. “Pastilah kepanasan. Tapi yah, buat Tuhan lah. Harus berjuang,” katanya seraya tersenyum.

Pendamping jemaat GKI Yasmin Mohammad Sodrik ada di antara pengunjung, menikmati sajian drama anak-anak tadi. Ia tampak kontras di tengah kerumunan jemaat. Anggota Pemuda NU ini mengaku prihatin dengan ulah Pemkot Bogor yang menghalangi warganya beribadah. “Biarkan mereka menjalankan peribadatan sesuai kepercayaannya,” ujar Ustad Acid.

Tarik Ulur Izin Gereja

Proses perizinan pembangunan gereja mulai pada 2001. Pemkot mengeluarkan izi pendirian gereja pada 2006, lantas dibatalkan kembali 2 tahun setelahnya. Alasannya, ada sekelompok orang yang tidak menginginkan keberadaan gereja di sana.

“Istilahnya, Gereja Kaki Lima,” kata Toga, salah satu jemaat, sembari tertawa miris. “Malu nggak sebagai bangsa? Jangankan Presiden, Walikota sendiri, pasti malu dong. Makanya saya bilang, Pemda di setiap tempat, tolong katakan agama itu baik semua.”

Setelah segel dipasang, warga tak gentar. Mereka tetap beribadah mingguan di trotoar jalanan. Sampai saat ini, sudah lebih 20 kali mereka beribadah bersama debu jalanan dan asap kendaraan bermotor. Ini tanda perlawanan, kata jemaat bernama Tince. “Ini realita Indonesia. Seharusnya ini dijamin oleh konstitusinya. Kami dengan komunitas kami punya slogan: kami tak pernah kenal lelah, sampai kami dapat kebebasan beribadah,” katanya tegas.

Jemaat Gereja Yasmin sempat menggugat penyegelan gereja yang dilakukan Pemkot Bogor. Gugatan dikabulkan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negeri Bandung pada 2008.

Namun gereja kembali disegel. Juru Bicara Gereja Yasmin Bona Sigalingging memperlihatkan sejumlah berkas terkait izin perizinan gereja. “Dinyatakan dalam pertimbangannya, kita sudah memenuhi semua persyaratan,” kata Bona. Namun tak lama, muncul spanduk bertuliskan: gereja disegel. Pagar gereja kembali digembok. Gembok sempat dibuka paksa oleh jemaat. Tak sampai sehari, digembok lagi oleh Satpol PP. “Jadi kemerdekaan kami cuma 1×24 jam.”

Pemkot Bogor mengaku berhak menyegel lagi Gereja Yasmin. Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan beralasan, proses hukum perizinan gereja masih berlangsung karena Pemkot melayangkan Peninjauan Kembali, PK, awal 2009. “Kan masih PK, jadi itu masih berproses. Kalau nanti sudah ada keputusan, ya silakan saja beribadah di sana,” kata dia. Bambang mengakui, Pemkot juga tunduk pada desakan kelompok yang menolak pendirian Gereja Yasmin.

Salah satu kelompok yang menolak pendirian Gereja Yasmin adalah Forum Komunikasi Muslim Indoensia, Forkami, Bogor. Ketua Forkami Achmad Imam mengatakan, bangunan gereja tak penuhi aturan Surat Keputusan Bersama 2 Menteri tentang perizinan rumah ibadah. “Pertama, rekomendasi tertulis dari Departemen Agama mereka tak punya. Yang kedua, rekomendasi tertulis dari Majelis Ulama Indonesia, mereka tak mendapatkannya. Bahkan kami dapat pernyataan dari Depag dan MUI kalau mereka tak pernah mendapatkan rekomendasi tertulis itu.”

Sementara itu menurut pihak gereja, Forkami Bogor seringkali menyerang gereja. “Di situ saya saksikan sendiri, orang yang memimpin aksi itu bersorban, berjanggut, di depan gerbang gereja. Kemudian ada beberapa orang lagi dengan identitas seperti itu, menyampaikan kebenciannya terhadap bangunan ini,” kata Bona Sigalingging, Juru Bicara Gereja Yasmin.

Tahun Buruk untuk Toleransi

2010 memang bukan tahun yang menggembirakan soal toleransi di negeri ini.

Dalam laporan akhir tahunnya, LSM Pemerhati Keberagaman Keyakinan Setara Institute mencatat Jawa Barat sebagai daerah yang tingkat intoleransi kebebasan beragamanya paling tinggi. Peneliti Setara Institute, Ismail Husein mengatakan, selama 2010 ada 69 insiden intoleransi kebebasan beragama di Jawa Barat. Yang terbanyak menyangkut pendirian tempat ibadah umat Kristen dan soal Ahmadiyah.

Laporan serupa datang dari Ikatan Muslim Moderate yang mencatat ada peningkatan kasus intoleransi sampai 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara Wahid Institute menengarai pelaku intoleransi agama tahun ini lebih banyak karena pembiaran dari polisi dan pemerintah daerah.

Sehari sebelum peringatan kemerdekaan Indonesia tahun 2010, Presiden Yudhoyono punya janji soal pemberantasan kasus intoleransi. “Dalam komponen masyarakat kita yang beda dalam identitas, baik menyangkut agama, etnis, suku dan kedaerahan, keadaan tersebut tidak boleh kita biarkan,” kata Yudhoyono.

Janji tinggallah janji. Tanyakan saja pada Jemaat Gereja Yasmin.

***

Kronologis Gereja Yasmin

2001                : proses perizinan mulai

2006                : bangunan berdiri

Juli 2006         : Pemkot Bogor mengizinkan pembangunan gereja

2008                : izin dibekukan Pemkot, gereja menggugat

2008                : tuntutan gereja dikabulkan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, gereja tetap disegel

Agustus 2010  : segel dibuka, sehari sesudahnya ditutup kembali

19 Desember 2010                  : segel dibuka untuk perayaan Natal

20 Desember 2010 – sekarang            : segel dipasang kembali

Tulisan ini diposting sebelumnya, 3 Januari 2011 http://www.kbr68h.com

Salam Damai dari Timur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: