Sambal Spesial di “Spesial Sambal”

@SS

@SS

Uap cabai yang baru diulek menusuk hidung. Sesekali menggelitik, untuk bersin. Tapi selalu tak jadi bersin. Liur deras bergejolak. Ditambah aroma gurih terasi bercampur cabai ikut menggoda siapa saja yang melintas di Jalan Margonda, Depok.

Merah merona, warna cabai yang baru saja diulek tergeletak hangat di atas piring kecil dari tanah liat. Buah mangga yang sudah diiris tipis jadi tawanan cabai-cabai itu.

Sementara di piring kecil lain, potongan cumi yang jadi tawanan cabai. Berkuah minyak. Berwarna cerah.

Dua sambal itu tersedia di Rumah Makan Spesial Sambal alias “SS”. Rumah makan yang satu ini memang jawara membuat sambal. Sering jadi liputan media, juga disukai masyarakat yang sudah pernah merasakan pedas dan gurihnya sambal di tempat ini.

Tapi sore ini (23/05), saya akan ceritakan kembali, bagaimana rasa sambal di SS selalu dijaga kualitasnya. Buktinya, cukup warna bibir yang makin merah dan keringat menetes di dahi.

Ada yang pilihan sambal di SS. Sore itu terpilih dua sambal untuk dirasa. Sambal Mangga dan sambal cumi.

Khusus untuk sambal mangga, rasanya asam-manis bercampur pedas. Entah apa bumbu yang diberikan, seakan tiap potongan mangga yang masuk ke dalam mulut adalah petikan pertama dari pohonnya. Segar dan candu. Meminta untuk selalu dipetik. Lagi dan lagi.

Dua piring nasi baru bisa mengimbangi sepiring kecil sambal mangga di SS. Pedasnya membuat lidah tak kapok untuk menyentuhnya. Tiap gigitan adalah kesegaran baru. Layaknya komputer sedang di “refresh”.

Kesegaran potongan buah mangga dan cabai yang sudah digoreng dengan bumbu adalah kunci kenikmatan rasa. Meski tak tahu banyak soal bumbu, bisa dipastikan ada rasa ketumbar, bawang putih dan bawang merah. Paduannya juga sangat sempurna bila dipadu dengan telor dadar dan jamur goreng terigu.

Sambil menyeka keringat, lalat masih menggoda untuk diusir. Sambal kini tersisa biji cabai dan kulitnya seujung kuku. Masih merah merona beralas daun pisang.

Tapi perut sudah tak muat diisi. Sambal cumi pun dibawa pulang. Teh manis hangat menyudahi makan sore di SS.

Sekarang bibir terasa berdenyut-denyut. Ikut merah karena sengatan cabai.

Bagi yang suka pedas, tempat ini boleh jadi rekomendasi. Saya pun sudah berkali-kali makan di sini, karena kualitas rasa tak berkurang sejak kali pertama ke sini 2009. Banyak pilihan sambal, mungkin ada belasan. Sayang, saya tak catat betul menu-menu yang tersedia di sini. Tapi kalau penasaran langsung datang ke lokasi, jangan lupa traktirannya… :p

Salam Damai dari Timur

2 responses to this post.

  1. Sambalnya mantab. Huh hah….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: