Greenpeace: Mengungkap Biaya Tersembunyi Polusi Air

 Jakarta 31 Mei 2011 – Greenpeace hari ini menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk belajar dari kesalahan yang dilakukan negara-negara maju dan segera menerapkan kebijakan untuk melindungi sumber air yang berharga di Indonesia dari polusi industri. Seruan ini dikeluarkan dalam peluncuran laporan terbaru Greenpeace “Konsekuensi Tersembunyi” di Jakarta, yang menyoroti kondisi polusi di empat sungai terkenal di dunia yang terletak di kawasan global bagian selatan (1): Sungai Yangtze, Chao Prhraya, Marilo dan Neva. Laporan ini dikeluarkan sebagai seruan akan aksi segera demi melindungi masyarakat dan fauna yang menggantungkan hidup kepada sumber air ini, melindungi sumber daya, dengan menuntut para pembuat keputusan berkomitmen kepada masa depan bebas limbah beracun.

Laporan “Konsekuensi Tersembunyi” ini juga mengungkap harga ekonomi, sosial dan lingkungan yang harus dibayar masyarakat akibat adanya polusi air industri, menggaris bawahi masalah yang timbul akibat kontaminasi bahan kimia berbahaya jangka panjang di beberapa lokasi di ‘kawasan global bagian utara’ termasuk Sungai Hudson, Delta Belanda, Sungai Laborec dan Pembuangan Limbah di Swiss (2).

“Laporan ini mengungkap mentalitas dangkal dan negatif bahwa ‘polusi adalah harga yang harus dibayar kepada kemajuan’. Pengalaman dari belahan dunia mana pun termasuk negara maju memperlihatkan bahwa polusi sumber air oleh industri telah mengakibatkan harga ekonomi, sosial dan lingkungan yang besar. Laporan ini bertujuan untuk memperlihatkan ada jalan lain yang lebih baik dalam meraih kemajuan: kebijakan pencegahan polusi yang efektif adalah solusi yang menguntungkan semua pihak,” ujar Ahmad Ashov Birry, Jurukampanye Limbah Beracun Greenpeace Asia Tenggara.

“Indonesia adalah negara berkembang, dan kita bisa belajar dari pengalaman negara maju. Pemerintah Indonesia masih punya pilihan. Kita bisa membawa masyarakat kita menjadi korban polusi limbah beracun berbahaya dan membuat generasi mendatang harus membayar harganya, atau kita bisa berkomitmen mewujudkan masa depan bebas limbah beracun dan mengambil aksi nyata untuk mewujudkan inovasi yang benar-benar lestari, secara progresif menghilangkan penggunaan substansi-substansi berbahaya untuk kemudian menuju kebijakan nol pembuangan limbah beracun,” imbuh Ashov.

Pada 3 Mei 2011 lalu, Greenpeace meluncurkan kampanye penyelamatan sumber air bersih di Indonesia. Kampanye bertajuk “Citarum Nadiku, Mari Rebut Kembali” berfokus pada Sungai Citarum, sungai paling penting di Jawab Barat, yang juga disebut beberapa pihak sebagai sungai terkotor di dunia. Dalam peluncuran itu, Greenpeace juga mengumumkan hasil jejak pendapat yang diantaranya adalah 81 persen masyarakat sekitar Bandung setuju bahwa industri harus segera menghentikan polusi di sungai itu.

Sungai Citarum serupa dengan Chao Phraya, Neva, Marilao dan Yangtze yang merupakan sumber air minum, pemasok air untuk kebutuhan domestik dan pertanian, juga memenuhi kebutuhan kota-kota besar seperti Shanghai, Bangkok dan St. Petersburg. Meski sering tidak terlihat mata telanjang, banyak substansi beracun, persisten dan bioakumulatif ditemukan di sungai-sungai ini, dimana sebagiannya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan sulit ditangani.

“Dampak polusi ini kepada kesehatan manusia, lingkungan dan ekonomi lokal jarang dipertimbangkan atau dikompensasi. Bukan karena semua itu sulit untuk dihitung, tetapi karena sulitnya melacak pelaku polusi dan sulitnya membawa industri pelaku polusi itu untuk bertanggung jawab membersihkan polusi itu. Akibatnya, kita pembayar pajak yang harus menanggung semua itu. Greenpeace menyerukan pemerintah Indonesia dan industri untuk berkomitmen mewujudkan masa depan bebas limbah beracun, dengan mengambil aksi nyata segera yang transparan untuk menghilangkan penggunaan substansi-substansi limbah beracun berbahaya,” Ashov menutup percakapan.

Salam Damai dari Timur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: