Indonesia: Serangan massa baru atas Ahmadiyah di tengah kontroversi hukuman

Pihak berwenang Indonesia harus bertindak untuk menghentikan serangan terhadap minoritas Ahmadiyah di negara itu, Amnesty Internasional mengatakan hari ini, setelah kelompok Islam radikal menyerang Ahmadiyah di Makassar, Sulawesi Selatan.Ratusan anggota kelompok Front Pembela Islam (FPI) menyerang lebih kurang sepuluh anggota Ahmadiyah di tempat ibadah mereka pada hari Minggu.

Bersenjata dengan parang dan bambu, anggota FPI menyerbu tempat ibadah Ahmadiyah sekitar jam 1 pagi dan setidaknya satu anggota Ahmadiyah mengalami cedera kepala yang serius.

Tiga pembela HAM lokal , dua dari Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBH) di Makassar dan satu dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dipukuli oleh massa ketika mencoba untuk menghentikan serangan. Menurut mereka, petugas polisi yang hadir tidak melakukan apapun untuk menghentikan kekerasan atau melindungi para korban.”Pemerintah Indonesia harus segera menyelidiki dan menghukum serangan terhadap Ahmadiyah dan pembela HAM di Sulawesi Selatan,” kata Donna Guest, Deputi Direktur Asia-Pasifik, Amnesty International.

“Mereka juga harus menyelidiki tuduhan bahwa polisi berdiri dan tidak melakukan apapun untuk menghentikan serangan ini.Malam sebelumnya, puluhan anggota FPI telah merusak bangunan, memecahkan jendela dan merusak satu mobil.

“Kami khawatir bahwa beberapa kelompok sekarang berpikir bahwa mereka dapat menyerang kelompok minoritas agama dan pembela hak asasi manusia tanpa takut konsekuensi serius,” kata Donna Guest.

Serangan baru ini telah terjadi di tengah kontroversi hukuman atas serangan massa fatal pada bulan Februari di provinsi Banten terhadap rumah seorang pemimpin Ahmadiyah oleh lebih dari seribu orang memegang batu, parang, pedang dan tombak.Pengadilan Indonesia hari ini jatuhi hukuman enam bulan penjara terhadap Deden Sudjana anggota Ahmadi untuk hasutan dan  penganiayaan semasa serangan massa bulan Februari terhadap properti Ahmadiyah. Tiga anggota Ahmadiyah dipukuli sampai mati dalam serangan itu.

Pada tanggal 28 Juli, 12 dari penyerang menerima hukuman tiga sampai enam bulan, dan tidak ada yang diadili karena kejahatan pembunuhan.”Komunitas Ahmadiyah tidak menerima perlindungan yang memadai dari aparat keamanan atau pengadilan,” kata Donna Guest.Pada bulan Januari 2011, ratusan anggota FPI menyerang sebuah pusat komunitas Ahmadiyah di Sulawesi Selatan, merusak gedung, sementara polisi memandang. Amnesty International tidak mengetahui kalau adanya penyelidikan atas serangan ini.

Ada juga laporan tentang razia di tempat hiburan dan warung makanan oleh anggota FPI di Makassar sejak awal Ramadhan, bulan suci orang Islam berpuasa.Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dilaporkan tengah mempersiapkan Peraturan Gubenur, melawan hukum, yang akan membatasi aktivitas Ahmadiyah di provinsi tersebut.”

Ada kekhawatiran bahwa pihak berwenang tidak memperlakukan kekerasan terhadap Ahmadiyah secara serius. Polisi Indonesia harus berbuat lebih banyak untuk melindungi minoritas agama dari serangan dan intimidasi, “kata Donna Guest.Ahmadiyah adalah kelompok agama yang menganggap dirinya bagian dari Islam, namun banyak kelompok Islam mengatakan mereka tidak mematuhi sistem kepercayaan yang diterima

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: