Biar Berguna, Presiden SBY Perlu Dorong Gelar Pahlawan untuk Munir

Suara Suciwati, isteri mendiang Munir Said Thalib bergetar saat bercerita tentang perjuangan mencari keadilan selama 7 tahun. Tenaga, air mata dan darah sudah ia tumpahkan. Mulai dari unjuk rasa hingga meminta galangan dari internasional. Tapi, perjuangan tak mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Pejuang HAM Munir tewas diracun 7 September 2004. Hingga kini, pelaku utama belum bisa disentuh.

Suciwati mengenang janji yang pernah diumbar Presiden Yudhoyono kala itu. Sambil memegang tangan Suciwati, mata Presiden Yudhono berkaca-kaca. Mengungkapkan janji untuk mengusut pelaku utama kasus pembunuhan Munir. “Kasus ini harus segera diungkap,” kata Presiden Yudhoyono seperti ditirukan Suciwati.

Tapi janji itu tak pernah dipenuhi sampai sekarang. Pintar akting, itu yang bisa dilayangkan untuk pengumbar janji. Suciwati mengatakan, Presiden Yudhoyono sudah berbohong selama 7 tahun lamanya. Janji mengerahkan kewenangan untuk menangkap pelaku tak ada ujungnya.

Proses hukum kasus Munir pun terkesan diabaikan. Terakhir, Peninjauan Kembali salah satu terpidana dalam kasus ini, Pollycarpus tak jelas. Sampai dua bulan lalu, Jampidum (Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum) bilang belum terima berkas perkara Muchdi PR, padahal itu kan sudah dua tahun lebih. Jampidum bilang berkas perkaranya masih di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, sehingga Jaksa Agung belum bisa PK karena belum terima berkas perkara itu.

Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) menyatakan kunci kasus ini berada di tangan Presiden Yudhoyono. Namun kunci itu masih disimpan, bahkan dihilangkan. Saat peringatan 7 tahun kematian Munir, tak ada satu pun pernyataan dikeluarkan pihak kepresidenan. Entah karena takut atau kerja hukum tak berfungsi, tapi kenyataan kasus Munir tidak diperhatikan pemerintah.

Belakangan, Munir didorong menjadi pahlawan nasional. Kementrian Sosial meminta para aktivis dan kerabat mengajukan Munir menjadi pahlawan.

Gelar itu memang pas, karena pejuang HAM Munir pantas diingat terus sampai berakhirnya waktu. Semasa hidup, Munir kerap mengadvokasi para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM. Bila Presiden Yudhoyono tak lagi mampu membongkar kasus pembunuhan Munir, tak ada salahnya bila ikut mendorong Munir sebagai pahlawan nasional. Setidaknya, semasa kepemimpinan, Presiden Yudhoyono bisa melakukan hal-hal yang berguna untuk HAM di tanah air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: