Memoar Pekerja Outsourcing

Hujan semalaman, sisakan bulir air di ujung buah delima. Embun masih tersisa di ruang hampa. Dingin menusuk tulang kala gayung menumpahkan air di seluruh tubuh. Semangat bekerja harus tetap dibakar.

Pagi itu, orang-orang berteriak, genangan air dimana-mana. Di utara sampai selatan. Di tiap sudut jalan atau kawasan yang lebih rendah. Sisa-sisa sampah rumah tangga tergenang di sana. Sisa-sisa kotoran atau air kencing yang sudah berkerak, kembali basah. Membaur dalam genangan, lalu dilindas roda-roda kendaraan yang melintas.

Semangat itu dibakar dari orang-orang yang setia menunggu di rumah. Para pekerja mencari nafkah demi bini dan anak. Menjelajahi badai, terik dan genangan air. Bercampur peluh dengan kotoran dan air kencing berkerak. Tak jelas masa depan. Tanpa kepastian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: