Aksi Penolakan FPI Makin Melebar

Aksi penolakan keberadaan Ormas FPI makin melebar. Sebelumnya, Ormas yang sering muncul dalam isu-isu keagamaan ini ditolak keberadaannya di Provinsi Kalimantan Tengah. Sejumlah organisasi massa dan warga Suku Dayak menilai FPI sebagai ormas yang identik dengan kekerasan. Ini tak sesuai dengan budaya Dayak yaitu huma betang yang mempunyai makna kebersamaan dalam keberagaman.

Aksi penolakan FPI melebar hingga Jakarta. Bertepatan hari valentine, 14 Februari sejumlah warga Jakarta berkumpul di Bunderan Hotel Indonesia. Menyuarakan penolakan terhadap keberadaan ormas FPI.

Gerakan menolak FPI merupakan akumulasi. Dari sejumlah peristiwa kekerasan berlabel agama kerap ditudingkan pada organisasi pimpinan Rizieq ini. Berikut sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan FPI mulai 2001-2008.

Tahun 2001

– 09 Oktober FPI membuat keributan dalam aksi demonstrasi di depan Kedutaan Amerika Serikat dengan merobohkan barikade kawat berduri dan aparat keamanan menembakkan gas air mata serta meriam air

Tahun 2002

– 15 Maret Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI), Tubagus Muhammad Sidik menegaskan, aksi sweeping terhadap tempat-tempat hiburan yang terbukti melakukan kemaksiatan, merupakan hak dari masyarakat. Sekitar 300 masa FPI merusak sebuah tempat hiburan, Mekar Jaya Billiard, di Jl. Prof Dr. Satrio No.241, Karet, Jakarta.

– 4 Oktober 2002 Sweeping ke tempat-tempat hiburan-Riziq dipenjara selama tujuh bulan

Tahun 2003

– 22 Mei 2003 Koordinator lapangan laskar Front Pembela Islam (FPI) Tubagus Sidik bersama sepuluh anggota laskar FPI menganiaya seorang pria di jalan tol, dan mereka ditangkap 23 Mei.

Tahun 2004

– 03 Oktober FPI menyerbu pekarangan Sekolah Sang Timur sambil mengacung-acungkan senjata dan memerintahkan para suster agar menutup gereja dan sekolah Sang Timur. Front Pembela Islam( FPI) menuduh orang-orang Katolik menyebarkan agama Katolik karena mereka mempergunakan ruang olahraga sekolah sebagai gereja sementara sudah selama sepuluh tahun.

– 22 Oktober FPI melakukan pengrusakan kafe dan keributan dengan warga di Kemang

– 23 Desember Sekitar 150 orang anggota Front Pembela Islam terlibat bentrok dengan petugas satuan pengaman JCT (Jakarta International Container Terminal)

Tahun 2005

– 27 Juni FPI menyerang Kontes Miss Waria di Gedung Sarinah Jakarta

– 02 Agustus Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Isalam (FPI) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meminta pengelola Taman Kanak-kanak Tunas Pertiwi, di Jalan Raya Bungursari, menghentikan kebaktian sekaligus membongkar bangunannya. Jika tidak, FPI mengancam akan menghentikan dan membongkar paksa bangunan.

– 22 September FPI memaksa agar pemeran foto bertajuk Urban/Culture di Museum Bank Indonesia, Jakarta agar ditutup

– 16 Oktober FPI mengusir Jamaat yang akan melakukan kebaktian di Jatimulya Bekasi Timur

– 23 Oktober FPI kembali menghalangi jamaat yang akan melaksanakan kebaktian dan terjadi dorong mendorong, aparat keamanan hanya menyaksikan saja.

– 18 Oktober Anggota Front Pembela Islam (FPI) membawa senjata tajam saat berdemo di Polres Metro Jakarta Barat.

– 19 September FPI diduga di balik ribuan orang yang menyerbu Pemukiman Jamaah Ahmadiyah di Kampung Neglasari, Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Tahun 2006

– 19 Pebruari Ratusan massa Front Pembela Islam berunjuk rasa ke kantor Kedutaan Besar Amerika Serika dan melakukan kekerasan

– 14 Maret FPI membuat ricuh di Pendopo Kabupaten Sukoharjo

– 12 April FPI menyerang dan merusak Kantor Majalah Playboy

– 20 Mei, anggota FPI menggerebek 11 lokasi yang dinilai sebagai tempat maksiat di Kampung Kresek, Jalan Masjid At-Taqwa Rt 2/6, Jati Sampurna, Pondok Gede

– -23 FPI, MMI, HTI, dan FUI mengusir KH Abdurrahman Wahid dari forum Dialog Lintas Etnis dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, dan sempat memaki “kiai anjing”.

Tahun 2007

– 29 Maret. Massa FPI yang jumlahnya ratusan orang tiba-tiba menyerang massa Papernas yang rata-rata kaum perempuan di kawasan Dukuh Atas, pukul 11.20 WIB.

– 1 Mei. Aksi peringatan Hari Buruh Internasional May Day 2007, diwarnai ketegangan antar gabungan massa aksi Front Pembela Islam (FPI) dan Front anti Komunis Indonesia (FAKI) dengan massa Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta (ARPY).

– 12 September. FPI merusak rumah tempat berkumpul aliran Wahidiyah, karena menganggap mereka sesat.

Tahun 2008

– 1 Juni. Massa FPI menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) yang sedang memperingati Hari Kelahiran Pancasila di Monas. FPI memukuli orang-orang, termasuk di dalamnya ibu-ibu dan anak-anak, dengan benda-benda keras dan tumpul dan pasir. Puluhan orang terluka, patah hidung dan kepala bocor. Tak hanya memukul orang, massa FPI juga merusak mobil-mobil yang terparkir di sekitar lokasi tersebut.

Apakah aksi kekerasaan yang dilakukan FPI hanya berlangsung hingga 2008? Berdasarkan laporan survei yang dikeluarkan Wahid Institute 2011, menyebutkan FPI sebagai organisasi yang paling tertuduh banyak melakukan intimidasi dan ancaman kekerasan atas nama agama. Organisasi pimpinan Habib Rizieq itu tercatat melakukan 38 kali kekerasan atau sekitar 18 persen. Kelompok massa terorganisir melakukan kekerasan sebanyak 32 kali atau 15 persen. Dalam sejumlah media, Rizieq menyatakan hasil laporan itu sebagai sampah.

Kembali pada aksi penolakan FPI yang dilakukan masyarakat Kalimatan Tengah. Filosofi masyarakat Kalteng, huma betang yang bermakna kebersamaan dalam keberagaman menjadi landasan yang logis untuk menolak keberadaan FPI. Kearifan lokal ini, sesungguhnya termuat dalam filosofi Pancasila yang mengajarkan kebhinekaan. Patut dijadikan landasan juga bagi seluruh warga negara, seperti yang terlaksana pada aksi yang sekelompok warga Jakarta 14 Februari di Bunderan HI. Peluang ini yang akan menjadi kian terbuka ke pelosok tanah air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: