Kurir ASI Penyelamat ASI Ekslusif

KBR68H – Di Indonesia, pekerja perempuan hanya punya waktu cuti tiga bulan untuk menyusui anaknya sebelum harus kembali bekerja. Sehingga, memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan, merupakan tantangan terberat bagi ibu menyusui sekaligus bekerja. Antara 2006 hingga 2008, penggunaan ASI ekslusif di Indonesia menurun hingga 10 persen. Pada bulan ketiga, biasanya ibu menyusui menggunakan susu formula sebagai pengganti ASI. Namun, kini ada inovasi layanan terbaru yang dapat membantu persoalan ibu bekerja sekaligus menyusui. Kurir ASI. Apa itu? Reporter KBR68H, M Irham mengikuti si Kurir ASI, membedah pentingnya ASI buat si buah hati.

Menjemput dan Mengantar ASI

Hendri, 35 tahun, duduk sambil memangku sebuah boks kecil biru di antara mobil-mobil yang diparkir pada sebuah kantor di kawasan perkantoran Cilandak, Jakarta Selatan. Siang, di bawah rindang pepohonan, lelaki itu sesekali melongok jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri. Pukul 1 siang lewat.

 

“Kalau kayak gini, customer kan, janjinya sekian kita tunggu jam sekian. Sekarang sudah jam satu lewat. Kayak gini sudah biasa. Kadang, kita datang kecepatan, kita diminta tunggu. Kadang, kalau kita datang telat sedikit, dikomplain.”

 

Hendri adalah kurir pengantar ASI. Ia menunggu Agatha Rizky, perempuan yang akan mengirim ASI kepada bayinya di rumah. Sambil menanti pelanggannya, Hendri bercerita soal fungsi boks kecil biru yang ia bawa.

“Ini freezer (boks pendingin –red). Untuk tempat susu ASI agar tetap selalu dingin. Karena kan konsumen, maunya susu itu sampai rumah harus selalu segar. Ini enak ya, sudah sesuai dengan dengan tempatnya. Kesulitan kalau kita pakai boks yang besar. Kalau yang ini sudah pas. Ini ada es di dalamnya.”

Hendri, Kurir ASI

Hendri, Kurir ASI

Tak lama kemudian, perempuan muda, menghampiri. Agatha Rizky, 27 tahun, baru saja selesai makan siang bersama teman-teman kantornya.

Di dalam ruang tunggu kantor, Agatha memaparkan alasan menggunakan jasa kurir ASI. Ibu muda ini mengaku belum lama menggunakan jasa kurir ASI setelah berselancar di internet.

 

“Awalnya saya kesulitan ya. Waktu satu bulan masuk bekerja itu, ASI simpanan di rumah tidak cukup ternyata. Jadi, sampai anak saya yang bawa ke sini. Jadi, kalau waktu saya istirahat, dia yang datang. Hanya untuk menyusui. Tapi lama-lama, dia biasa diantar suami atau ibu saya.”

Jadi, kemarin itu, bayi yang harus berkorban karena harus datang ke kantor ini?

“Iya, nggak tega banget rasanya. Tapi demi ASI ekslusif. Sebagus-bagusnya susu formula, tak akan bisa menggantikan kandungan dari ASI.”

Sejak menggunakan jasa kurir ASI, Agatha tetap bisa memenuhi kebutuhan ASI ekslusif untuk anak pertamanya itu, tanpa ia harus pulang ke rumah atau si bayi datang ke kantor.

Dua botol susu berisi ASI berpindah tangan dari Agatha pada Hendri, lalu dimasukkan ke dalam boks biru. Alamat lengkap juga dijelaskan.

Hendri langsung menunggangi sepeda motor bebeknya. Ia belum pernah ke lokasi alamat Agatha sebelumnya. Tapi dengan alamat yang diberikan, ia yakin pesanan bisa diantar tak lebih dari satu jam. Di lain waktu, ia kerap mendapat alamat yang tidak lengkap sehingga waktu pengiriman bisa molor.

“Alamat harus jelas dan tepat. Kadang kan orang ngasih alamat, nomornya salah. RT-nya salah. Kadang di lingkungan itu, dia juga nggak dikenal orang. Kadang, tanya sama Pak RT, bilangnya; betul itu RT saya punya, RWnya juga. Tapi nama orangnya, kayaknya nggak ada. Apakah dia pendatang atau gimana, biasanya kayak gitu.”

Jarak yang ditempuh menuju rumah Agatha di kawasan Pondok Cabe, Banten sekitar 20 km.

Tak terlalu sulit menemukan rumah Agatha Rizky. Di atas pintu rumah, terpampang tulisan yang bisa dilihat jelas dari jarak 20 meter. Tulisan Vitto, nama anak Agatha.

Hendri turun dari motor dan mendekati pintu rumah.

Pintu dibuka. Perempuan setengah baya, melongok dari balik daun pintu.

Setelah dua botol ASI diserahkan, transaksi pun selesai. Hendri kembali mengantar barang yang lain, sementara penghuni rumah menyiapkan ASI untuk si bayi.

Nani Hermin segera meletakkan dua botol ASI ke alat pemanas. Ini supaya ASI terasa nikmat dan segar saat disodorkan pada Vitto yang masih terlelap tidur. Nani Hermin, nenek Vitto, mengaku sangat terbantu dengan jasa pengantar ASI. Jadwal makan bayi tak pernah terganggu.

“ASI-nya, alhamdulillah tetap lancar. Satu hari cucu saya minum, jam setengah sembilan pagi, 150 ml. Kemudian selang dua jam, itu 150 ml lagi. Selang dua jam lagi, 150 ml lagi. Kemudian, jam setengah lima, 100 ml, karena jam enam Bu Agatha datang. Lalu lanjut, ASI mama-nya.”

Nani Hermin mendukung Vitto mendapatkan ASI ekslusif sebagaimana dulu ia memberikan ASI ekslusif kepada Agatha.

“Iya, saya sendiri juga Agatha dulu sampai dua tahun. Beda dengan adiknya, karena saya dulu kerja. Jadi hanya memberikan ASI selama 8 bulan buat adiknya. Jadi, beda sekali dengan Bu Agatha. Bu Agatha ini, tak mudah sakit, tahan banting. Kalau adiknya, itu kehujanan sedikit saja, langsung bersin-bersin. Tak seperti Bu Agatha ini.

Pemberian ASI eksklusif di Indonesia terus menurun tiap tahun. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2006 hingga 2008 menunjukkan, pemberian ASI ekslusif turun hingga 10 persen. Sementara, kebanyakan ibu menyusui sekaligus pekerja harus mulai bekerja 3 bulan setelah melahirkan. Ini menjadi tantangan bagi ibu menyusui sekaligus bekerja.

 Kurir ASI menjadi solusi ibu bekerja dan menyusui. Bagaimana ide layanan jasa ini muncul?

Jasa Baru untuk Bayi sehat

Pagi itu, belasan pekerja Anexpress, sebuah perusahaan pengantar barang, bergegas pergi mengantar barang. Dari kawasan Jakarta Selatan, mereka berpencar ke segala penjuru di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang.

Di ruang kerjanya, pemilik perusahaan, Fikri Nauval mengatakan, perusahaan layanan pengiriman barang ini tak seperti kebanyakan kantor ekspedisi lainnya. Kantornya juga melayani antar ASI. Ide kurir ASI berawal dari pengalaman pribadi Fikri.

“Pada anak ketiga saya lahir, saya dapat banyak artikel tentang manfaat ASI membuat saya jadi lebih sadar. Kebetulan saya sudah punya perusahaan kurir ya. Jadi, itu bukan hal yang susah buat saya. Pada isteri saya masuk bekerja, saya perintahkan kurir saya tiap hari, untuk mengambil ASI dari kantor isteri ke rumah. Itu dilakukan selama setahun. Nah, dari situlah, akhirnya saya berpikir, kalau hal seperti ini dialami oleh saya, bagaimana dengan orang-orang lain. Respon dari teman-teman bagus, akhirnya saya buat divisi sendiri: Kurir ASI.”

Divisi usaha Kurir ASI mulai dibentuk pada 2010. Tiap kali antaran ASI dipatok harga Rp 30-40 ribu. Menurut Fikri, bila dihitung hari kerja sepanjang 20 hari, maka biaya antar ASI masih lebih murah dibanding susu formula.

“Rp 30 ribu dikali 20 itu Rp 600 ribu. Dibandingkan bila mereka beli susu formula, saya yakin dalam sebulan bisa dua kali lipat dari harga itu. Karena susu formula untuk bayi, pada merek tertentu itu bisa mencapai Rp 150 ribu, untuk seminggu dua kali. Nah, sebulan itu bisa delapan kotak, dikalikan Rp 150 ribu. Jadi, lebih murah dengan kurir ASI daripada susu formula. Manfaatnya, jangan ditanya.”

Kini, total konsumen mencapai 200 orang. Sementara, omzet bulanan mencapai Rp 30 juta. Kata Koordinator Pesan Kurir ASI Akil Sudrajat, perusahaan kerap kewalahan menerima permintaan antar ASI dari konsumen.

“Ya, karena persoalan waktu juga, kita nggak mau. Sedangkan ASI juga kan ditunggu, nah, kita maunya ambil kiriman banyak. Udah dibawa muter-muter juga, nah, mereka juga nggak mau. Es kita kan nggak terlalu dingin kalau ASI dibawa jalan-jalan dulu. Kalau nggak dingin, khawatir ASI-nya rusak.

Jadi bisa juga menolak permintaan?

Jadi, kalau ada permintaan, sementara kurirnya sedang padat kerjanya, kita tolak. Ya, mau gimana lagi. Sering.”

Standar perusahaan menetapkan, waktu pengiriman ASI tak boleh lebih dari tiga jam. Sebab, ASI bisa rusak, tak lagi nikmat dan segar saat diminum bayi. Sementara, pada botol ASI dilabeli nama dan alamat pengirim, agar tak tertukar.

Apakah kurir ASI melayani jasa pemerasan ASI? Ah, itu hanya guyonan yang sering dilontarkan para penjaga kantor pada kurir, cerita Agus, kepala bagian operasional Kurir ASI. Saat kali pertama mengambil ASI di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, ia harus berhadapan dengan pertanyaan semacam itu.

“Ditanya, ada keperluan apa? Saya mau ambil ASI. ASI itu apa ya? Kata sekuritinya. ASI itu Air Susu Ibu. Iya, saya tahu, Air Susu Ibu, tapi kok diambil? Saya juga bingung waktu itu. Akhirnya, dari pada saya ribut sama sekuriti, akhirnya saya telepon saja. Ibu, saya sudah sampai di lobi, mau ambil ASI. Tapi saya nggak boleh masuk, karena kata sekuritinya, agak aneh. Ini pengambilan yang aneh. Saya diketawain, bu. Saat ibunya mau ke lobi, saya diajak ngobrol sama sekuritinya. Mas, maaf nih, ini ngambil ASI sekalian meresnya, gak? Wah, ya nggak Pak. Kami ASI itu, ngambil ASI-nya aja yang sudah ada di botol.”

Pekerjaan Kurir ASI memang masih janggal di mata masyarakat, karena ini merupakan inovasi baru di jasa pengantar barang. Namun, manfaat ASI buat bayi perlu diketahui orang banyak. Pada ASI terdapat 100 macam zat yang tak terdapat pada susu formula, seperti zat antibodi. Badan Kesehatan Dunia, WHO pun merekomendasikan ASI diberikan secara ekslusif pada 6 bulan pertama bayi. Sementara, Konvensi Hak-hak Anak 1990 menyebutkan ASI sebagai hak anak untuk tumbuh kembang secara optimal.

Di tengah kesibukan sebagai pekerja, ibu yang sedang menyusui sudah tak punya alasan untuk tak memberikan ASI. Usaha kurir ASI sudah berdiri di sejumlah kota, seperti Jakarta, Surabaya bahkan di Pulau Kalimantan. Penggagas kurir ASI, Fikri Nauval.

“Kan fitrah-nya mereka melahirkan, lalu bagaimana dengan bayi yang ada di rumah? Pertanyaannya bagaimana generasi Indonesia ke depan? Kalau semuanya bayi yang ada di rumah diberikan susu sapi. Ini yang menjadikan moto kurir kami; setiap tetes ASI yang kami kirim sangat berarti untuk generasi bangsa ini. Itu moto kami.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: