Lamb dari Turki (Mel-3)

Situasi Minggu Pagi di Melbourne

Situasi Minggu Pagi di Melbourne

Petugas imigrasi Australia bertanya, apakah anda ingin mengakui (declare) sesuatu? Ya, jawab saya. Ada kue di dalam tas saya. Lalu, dia mengabaikan dan mencoret bagian pengakuan tentang makanan. Petugas mempersilahkan saya melewati gerbang pemeriksaan imigrasi.

Ini standar yang dilakukan bila bepergian ke luar negeri. Saat di pesawat, anda akan dimintai pernyataan tentang barang yang dibawa. Di antaranya adalah makanan, obatan terlarang dan senjata tajam. Pernyataan ditulis di pesawat, dan dikonfirmasi saat berada di bandara oleh petugas imigrasi.

Ibu dan dua anaknya, lolos dari pemeriksaan. Mereka mengakui membawa kue di dalam tas. Itu tak dipersoalkan oleh petugas keimigrasian. Mereka berjalan bersama saya ke arah pintu keluar bandara. “Akhirnya suami saya SMS. Dia katakan pada saya, alamatnya di mana. Dan, sekarang suami saya akan jemput,” kata Ibu itu sambil tersenyum. Sudah aman.

Kami berpisah saat di lokasi pengambilan bagasi. Ia bersama dua anaknya, sibuk mencari barang bawaan. Sementara, koper saya sudah di depan mata. Sampai ketemu lagi, pada kesempatan berikutnya, dalam hati.

Artan Jama dan Makanan

“Selamat Pagi, saya bicara dengan Artan Jama? Saya sudah sampai, dan berdiri di depan pusat informasi.”

Lelaki botak dan tinggi, menghampiri. Artan Jama adalah produser di Radio ABC National. Dengan ramah warga keturunan Inggris mengulurkan jabat tangan erat. Dengannya, nanti saya akan tinggal selama satu pekan.

Dengan kendaraan pribadi, Artan membawa saya sejenak berkeliling kota Melbourne. Sambil berkeliling, dia perkenalkan tentang tempat-tempat unik kota Melbourne. Banyak hal kata dia yang akan bisa dikunjungi, seperti pameran kesenian di galeri nasional Victoria, tugu peringatan perang dunia, puncak Eureka Skydeck 88, Casino Crown dan seterusnya.

Perut keroncongan, Artan memarkirkan mobil di kawasan Victoria Park. Minggu pagi, jalan lengang. Beberapa orang bersepeda atau berlari di trotoar. Artan pergi sejenak, dan tiba dengan dua bungkus makanan. “Lamb, this is from Turkish,” kata dia singkat.

Di Melbourne daging anak domba menjadi makanan kebanyakan orang. Mungkin yang dimaksud Artan daging anak domba yang diselimuti dengan campuran terigu asal turki itu adalah kebab. Dia bercerita, banyak makanan dari pelbagai belahan dunia bisa didapatkan di Melbourne. Menurutnya, masakan asal Asia lebih lezat dibandingkan makanan aseli warga sini. “Makanan dari Asia sangat gurih, sementara warga kota Melbourne kebiasaan makan daging bakar (Barbekyu). Sangat membosankan, daging asap dengan mentega. Begitu-begitu saja,” kata dia.

Lantaran warga kota Melbourne kebiasaan ber-barbekyu, maka hampir di tiap taman kota berpenduduk 4 juta orang, ini terdapat tempat bakaran daging. Tempat-tempat ini, ramai dikunjungi warga di Sabtu-Minggu serta cuma-cuma.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: