Komunitas Ibu Menyusui dan Susu Formula

Bagi ibu muda yang baru melahirkan, hati-hati bila ada tawaran untuk menjadi sebuah anggota komunitas. Sejumlah komunitas khusus ibu muda yang baru melahirkan, menginformasikan pentingnya ASI sekaligus merekomendasikan penggunaan susu formula untuk si buah hati. Ya, bisa dibilang komunitas itu berisi pengurus utama penjahat koorporasi berkedok pahlawan. Sebelum mengulas soal komunitas tersebut, mari meninjau rumah sakit mana saja yang memiliki jejaring dengannya.

Tak semua rumah sakit merekomendasikan ASI ekslusif buat si buah hati. Sebagian RS secara tak langsung memaksa memberikan susu formula bagi bayi yang baru dilahirkan. Bayi-bayi diletakan di sebuah ruang khusus yang hanya bisa ditengok keluarga pada jam-jam tertentu. Itu pun dibatasi kaca. Bila diperhatikan dengan seksama, mulut-mulut bayi itu belepotan susu. Susu formula.

Hal ini bisa anda temui di sebuah RS di kawasan Depok, Jawa Barat. RS tersebut biasanya meminta keluarga atau ibu yang akan melahirkan menyiapkan botol susu. Botol susu ini yang kemudian diisi dengan susu formula, untuk diberikan pada bayi, selama 36 jam. Alasan pemberian susu formula, karena ASI tidak lancar.

Setelah bayi lahir dan diasup susu formula selama 36 jam, barulah si Ibu diperbolehkan kontak dengan bayi. Sejumlah kasus, bayi sudah tak lagi mau menyusui ibu karena terbiasa minum susu formula. Sebagian kasus, bayi tetap mau menyusui.

Selama 36 jam, atau setelah ibu yang melahirkan bisa duduk, maka bayi diperbolehkan pulang. Pulang langsung ke rumah atau ke klinik rekanan, untuk menjalani perawatan lanjutan. Pihak rumah sakit pun membekali “kenang-kenangan” berupa tas berlogo merek susu, lengkap dengan dua kardus susu formula yang diberikan kepada bayi selama 36 jam itu.

Hal ini berlanjut. Selang satu-dua pekan kemudian, akan ada seseorang yang menelpon pihak keluarga. Dia mengaku berasal dari sebuah komunitas yang peduli dengan pemberian ASI ekslusif. Menyosialisasikan pentingnya ASI ekslusif sembari mengkonfirmasi tentang “kenang-kenangan” yang sebelumnya diberikan RS. Tentu saja orang ini akan mengajak anda untuk bergabung dalam sebuah komunitas.

Komunitas itu berkaitan dengan kesehatan ibu dan bayi. Didukung oleh perusahaan susu sapi ternama. Silahkan anda berselancar untuk menemukan perusahaan apa saja yang berada di balik komunitas-komunitas ibu dan dukungan susu formula ini.

Sebenarnya tak ada larangan bagi ibu yang menggunakan susu formula untuk bayinya yang baru lahir. Larang tersebut hanya diberikan pada lembaga (rumah sakit), agar menolak kerjasama dengan perusahaan susu formula. Apalagi menggunakan kewenangan untuk memaksa ibu yang baru melahirkan untuk memberi susu formula pada bayinya.

Pada awal Maret 2012, Kementerian Kesehatan mengeluarkan aturan yang mewajibkan tiap rumah sakit menjalankan program Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Program ini merekomendasikan pada ibu yang baru melahirkan memberikan ASI buat si buah hati. Selain itu, dalam program ini pun ditetapkan agar bayi yang baru lahir, mesti bersama ibunya sekurang-kurangnya 24 jam. Hal ini, untuk memberikan efek psikologis kedekatan ibu dan bayi. Selain itu, IMD juga mendorong upaya ibu untuk memberikan ASI selama enam bulan (ekslusif). Cara ini sangat efektif untuk menekan penggunaan susu formula buat bayi di bawah 6 bulan.

Kenapa ASI lebih baik dari susu formula? Ratusan zat bermanfaat buat bayi yang terkandung pada ASI, tak bisa didapat di susu formula. Salah satunya adalah anti-body. Ini yang kemudian, banyak orang berpengalaman menyebutkan, bayi susu formula lebih rentan terkena penyakit dibandingkan bayi ASI.

Secara psikologis, makanan yang pertama diberikan pada bayi akan memberikan efek pengalaman ke depan. Pada sejumlah kasus, bayi yang awalnya diberikan susu formula tak mau lagi minum ASI. Efeknya adalah bayi mudah sakit, ibu berpotensi terkena kanker payudara lantaran ASI-nya tak dikeluarkan.

Namun koorporasi susu formula punya kendali. Masih ada sejumlah rumah sakit yang bekerjasama dengan koorporasi untuk ‘memaksa’ bayi yang baru lahir menggunakan susu formula. Ini merupakan kejahatan kemanusiaan sekaligus pelanggaran atas peraturan Kemenkes.

Terkait dengan komunitas-komunitas yang didukung perusahaan susu formula, semestinya tak perlu diikuti lagi. Sudah jelas, komunitas berlabel ‘ibu dan anak’ itu bermuka dua yang punya tujuan untuk menguntungkan perusahaan.

Jadi, bagi ibu yang akan/sudah melahirkan punya hak untuk menolak pemberian susu formula dari RS. Juga berhak menolak bergabung dengan komunitas perusahaan berkedok kesehatan. Ini salah satu pilihan terbaik untuk si buah hati yang tak perlu dipertimbangkan lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: